Bos CDIA Kembali Borong Saham, Harga Melejit 8 Kali Lipat Sejak IPO

Jakarta, 28 Juli 2025 – Komisaris PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA), Andre Khor Kah Hin, kembali menunjukkan kepercayaannya terhadap prospek emiten milik grup usaha Prajogo Pangestu ini. Pada 21 Juli 2025 lalu, Andre dilaporkan memborong sebanyak 4,25 juta lembar saham CDIA di harga Rp 1.050 per saham.

Langkah ini membuat total nilai transaksi pembelian mencapai sekitar Rp 4,46 miliar, sebagaimana tercatat dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Andre menyatakan bahwa tujuan dari aksi ini adalah untuk kepentingan investasi.

Tak berhenti di sana, aksi akumulasi saham oleh Andre Khor ternyata sudah dimulai sejak 18 Juli 2025. Saat itu, ia juga telah membeli 15 juta saham CDIA di harga Rp 800 per saham, dengan total nilai pembelian mencapai Rp 12 miliar. Dengan demikian, total pembelian saham dalam kurun waktu sepekan mencapai Rp 16,46 miliar.

 

Saham CDIA Melonjak Drastis

Seiring aksi beli dari jajaran komisaris, harga saham CDIA terus menunjukkan reli yang luar biasa. Pada sesi perdagangan pagi Jumat (25/7/2025), saham CDIA melonjak 9,9% ke level Rp 1.665, dan sempat menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) sebesar 10%.

Lonjakan harga ini membuat saham CDIA telah mencatatkan kenaikan lebih dari 800% atau delapan kali lipat sejak resmi melantai di bursa pada 9 Juli 2025. Dalam kurun waktu kurang dari tiga pekan, kapitalisasi pasar CDIA melonjak menjadi Rp 207,9 triliun.

 

Perdagangan Dibuka Kembali Setelah Suspensi

Karena lonjakan harga yang signifikan, BEI sempat melakukan suspensi perdagangan saham CDIA pada tanggal 23–24 Juli 2025 sebagai bagian dari mekanisme pengendalian volatilitas. Namun, perdagangan saham CDIA telah kembali dibuka pada Jumat (25/7/2025), baik di pasar reguler maupun pasar tunai.

Dalam periode awal perdagangan setelah suspensi dibuka, saham CDIA mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 41,4 miliar, dengan volume sebesar 248.590 lot saham. Saham CDIA kini termasuk dalam daftar saham dengan Fraksi Harga Auto Reject (FCA), sehingga batas ARA dan ARB-nya adalah ±10%.