Pasar saham Indonesia kembali diramaikan dengan rumor aksi korporasi dari beberapa emiten besar. Kali ini, tiga perusahaan yang tengah menjadi sorotan adalah PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA). Berbagai spekulasi muncul terkait rencana ekspansi bisnis mereka, termasuk kemungkinan right issue, merger, dan akuisisi.
1. ARKO Berencana Melakukan Right Issue?
PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) dikabarkan sedang mempertimbangkan berbagai opsi pendanaan untuk mendukung ekspansi bisnisnya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kemungkinan melakukan right issue atau menerbitkan obligasi.
Head of Investor Relations ARKO, Nicko Yosafat, mengungkapkan bahwa perseroan masih fokus pada pembangunan dua proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), yaitu PLTA Kukusan di Lampung dan PLTA Tomoni di Sulawesi Selatan.
Namun, perlu dicatat bahwa rencana right issue ini belum pasti. ARKO baru akan merealisasikan aksi korporasi ini jika memang dibutuhkan untuk mendukung ekspansi. Dengan kata lain, rumor ini masih sebatas spekulasi dan belum ada keputusan resmi dari perusahaan.
Seperti diketahui, ARKO merupakan anak usaha dari PT United Tractors Tbk. (UNTR), dengan kepemilikan saham sebesar 26,55% melalui PT Energia Prima Nusantara.
2. GOTO dan Grab Akan Merger?
Rumor merger antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dan Grab Holdings Ltd. kembali mencuat ke permukaan. Menurut laporan terbaru, Grab dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mengakuisisi GOTO dengan nilai sekitar 7 miliar dolar AS.
Jika rencana ini benar terjadi, maka merger ini dapat menjadi solusi untuk mengurangi persaingan ketat antara kedua perusahaan sekaligus memperbaiki kondisi keuangan mereka. Dalam skema yang sedang dipertimbangkan, Grab berencana membeli seluruh saham GOTO dengan harga lebih dari Rp100 per saham, yang berarti di atas harga pasar saat ini yang berada di kisaran Rp85 per saham.
Namun, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, terutama risiko monopoli pasar. Jika Grab benar-benar mengakuisisi GOTO, ada kemungkinan bahwa regulator akan menghambat transaksi ini karena dapat mengurangi persaingan di sektor layanan transportasi dan e-commerce di Indonesia.
Dari sisi keuangan, GOTO menargetkan EBITDA Adjusted positif sepanjang 2024, meskipun pada kuartal III/2024 masih tercatat negatif sekitar Rp13 miliar. Sementara itu, Grab sudah mencatatkan EBITDA Adjusted positif sebesar 216 juta dolar AS di periode yang sama.
Jika merger ini terjadi, ada potensi bahwa kedua perusahaan akan lebih efisien dan bisa mencetak profit lebih cepat. Namun, apakah regulator akan memberikan izin? Itu masih menjadi tanda tanya besar.
3. DEWA Dikabarkan Ingin Akuisisi PSAB
Salah satu rumor yang cukup mengejutkan adalah rencana PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) untuk mengakuisisi PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB). DEWA dikabarkan telah mengajukan penawaran harga sebesar Rp400 per saham untuk mengambil alih mayoritas saham PSAB.
Jika benar demikian, maka DEWA harus mengeluarkan dana sekitar Rp9,79 triliun untuk mengakuisisi 92% saham PSAB yang saat ini dimiliki oleh Jimmy Budiarto.
Namun, ada tantangan besar dalam aksi ini. Kas dan setara kas DEWA per September 2024 hanya sekitar Rp228 miliar, yang berarti perusahaan membutuhkan sumber pendanaan lain untuk merealisasikan akuisisi ini. Beberapa opsi yang bisa dilakukan oleh DEWA adalah:
- Melakukan right issue jumbo
- Mencari pendanaan dari bank atau investor strategis
Selain itu, rumor lain menyebutkan bahwa Grup Salim juga dikabarkan tertarik untuk masuk ke DEWA, yang bisa menjadi faktor pendukung dalam realisasi aksi korporasi ini.
Menariknya, harga penawaran DEWA untuk PSAB ini lebih tinggi dibandingkan tawaran dari perusahaan lain, seperti DOID yang menawar Rp300 per saham dan Salim yang menawar Rp350 per saham. Apakah DEWA akan berhasil memenangkan persaingan dalam akuisisi ini? Kita tunggu perkembangannya.
Apakah Rumor Ini Akan Terjadi?
Ketiga rumor aksi korporasi ini tentunya menarik perhatian investor, karena bisa berdampak besar pada harga saham masing-masing perusahaan. Namun, perlu diingat bahwa semua informasi ini masih berupa spekulasi, dan belum ada keputusan resmi dari masing-masing perusahaan.
Jika benar terjadi, berikut adalah potensi dampak dari masing-masing aksi:
ARKO – Jika right issue dilakukan, maka perusahaan bisa mendapatkan tambahan modal untuk ekspansi bisnis energi terbarukan.
GOTO & Grab – Jika merger berhasil, kompetisi di sektor transportasi dan e-commerce bisa berubah drastis, namun masih ada risiko regulasi.
DEWA & PSAB – Jika akuisisi berjalan lancar, DEWA bisa menjadi pemain yang lebih besar di industri pertambangan emas, tetapi mereka harus mencari pendanaan besar untuk mewujudkannya.

